"KOMERSIALISASI" ANAK DIDIK UNTUK MENARIK SIMPATI ORANG TUA DALAM MENENTUKAN PILIHAN PENDIDIKAN ANAKNYA
Raas, SPENRAS.com - Cak Nun pernah berkata "apabila dalam hidup kamu tidak pernah menemukan masalah maka masuklah kamu dalam dunia pendidikan" hal tersebut merupakan salah satu dasar kita dalam menarik kesimpulan bahwa betapa ruwetnya dunia pendidikan yang sedang kita geluti saat ini.
Dalam perkembangannya lembaga pendidikan terutama swasta tumbuh dengan subur seperti jamur dimusim penghujan, tak dapat dipungkiri di kecamatan Raas juga begitu banyak kita temukan lembaga pendidikan swasta yang berdiri baik tingkat Dasar maupun menengah. Dalam perjalanannya ada dampak negatif (masalah) yang timbul ketika sudah memasuki masa PPDB pada saat sekarang ini.
Saling "sikut dan menghalalkan segala cara" dilakukan oleh setiap lembaga untuk menarik hati/simpati dari setiap orang tua agar menyekolahkan anaknya di lembaga tersebut sehingga komersialisasi anak didik tidak bisa dihindarkan, memberikan iming-iming uang merupakan salah satu cara jitu untuk mengikat dan mencari siswa baru hal itu dilakukan untuk menghindarkan lembaganya gulung tikar.
Hal ini menjadi sangat lumrah padahal banyak dampak negatif yang akan timbul dari praktek komersialisasi ini misalnya :
Banyak lembaga yang akan tutup (terutama lembaga negeri) karena tidak mempunyai dana besar untuk melakukan praktek tersebut (tidak mempunyai sumber dana selain dana BOS);
Menanamkan hal yang buruk pada mental anak-anak kita nantinya bahwa mereka akan berpikir bahwa berbuat tidak baik adalah boleh, ingat apa yang kita tanam hari ini akan kita petik setelah mereka dewasa.
Tentunya ini menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi kita untuk memperbaiki proses PPDB yang merupakan proyek rutinan setiap tahun, seharusnya ada sebuah kerjasama antara lembaga negeri dengan lembaga swasta terutama lembaga yang dibawah naungan KEMENAG.
Kita bisa menjual kualitas bukan membeli anak didik kita dengan cara mengiming-imingi mereka uang, bersaing dengan sehat akan menghasilkan produk yang sangat luar biasa bagi masa depan mereka. (IR)

Komentar
Posting Komentar